Grobogan Berdzikir: Puncak Kekhidmatan Peringatan Hari Jadi ke-300 Kabupaten Grobogan di Alun-alun Purwodadi
Dalam
rangka memperingati tonggak sejarah tiga abad berdirinya Kabupaten Grobogan,
Pemerintah Kabupaten Grobogan menggelar acara "Grobogan Berdzikir"
yang berlangsung khidmat di Alun-alun Purwodadi, Minggu (12/4). Acara ini
menjadi simbol syukur dan doa bersama seluruh elemen masyarakat demi kemajuan
dan kesejahteraan Daerah.
Hadir dalam
kegiatan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Grobogan, Hj. Lusia Indah Artani, SE,
MM, mendampingi Bupati dan Wakil Bupati Grobogan. Kehadiran jajaran Forkopimda
lengkap turut memperkuat sinergitas antarinstansi, di antaranya Kapolres
Grobogan, Dandim 0717/Grobogan, Kepala Kejaksaan Negeri, Ketua Pengadilan
Negeri, Ketua Pengadilan Agama, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan.
Acara yang
dimulai pukul 08.00 WIB ini memutihkan kawasan Alun-alun Purwodadi. Sesuai
dengan instruksi panitia, seluruh tamu undangan dan ribuan jamaah yang hadir
mengenakan busana muslim/muslimah bernuansa putih, menciptakan suasana yang
suci dan penuh kebersamaan.
Dalam kesempatan
tersebut, Ketua DPRD Hj. Lusia Indah Artani menyampaikan bahwa momentum Hari
Jadi ke-300 ini merupakan waktu yang tepat untuk merefleksikan perjalanan
panjang Kabupaten Grobogan.
"Melalui
Grobogan Berdzikir ini, kita memohon ridho Allah SWT agar Kabupaten Grobogan di
usianya yang ke-300 tahun ini semakin mandiri, sejahtera, dan dijauhkan dari
segala balak. Sinergi antara Legislatif, Eksekutif, dan seluruh elemen
masyarakat adalah kunci pembangunan kita ke depan," ujarnya di sela-sela
acara.
Lantunan dzikir
dan selawat menggema sepanjang acara, dipandu oleh sejumlah ulama terkemuka.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni peringatan hari jadi, tetapi juga
menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antara umaro (pemerintah),
ulama, dan rakyat.
Peringatan Hari
Jadi ke-300 ini diharapkan menjadi pijakan baru bagi Kabupaten Grobogan untuk
terus berinovasi dan meningkatkan pelayanan publik di segala sektor, selaras
dengan semangat historis yang dimiliki Kabupaten ini selama tiga abad berdiri. (Humas-Setwan)